Lampung Tampil Pesona di Mata Dunia Lewat Kunjungan WIC

Ketua Dekranasda Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menerima kunjungan WIC di Gedung Dekranasda setempat, Sabtu (24/5/2025). (Diskominfotik Lampung)

BANDARLAMPUNG, SAYLAMPUNG.ID- Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menerima kunjungan Women’s International Club (WIC) di Gedung Dekranasda setempat, Sabtu (24/5/2025).

Lima belas anggota perempuan WIC ini berkunjung untuk mempererat hubungan lintas budaya serta mempromosikan kekayaan kerajinan dan kuliner khas Lampung di panggung internasional.

Purnama Wulan Sari menegaskan, semangat WIC sangat sejalan dengan nilai-nilai Lampung junjung tinggi, membangun masyarakat beradab, adil, dan berkelanjutan, melalui tata kelola pemerintahan berintegritas dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Dekranasda juga mengenalkan kepada para tamu beragam kerajinan tradisional Lampung, seperti tapis, kain tenun, dan bordir penuh makna budaya.

Sulam Usus, kini hadir berbentuk fesyen modern, serta Maduaro, kerajinan halus dari benang perak berasal dari suku Manggala.

Tak ketinggalan, juga memamerkan batik Lampung, lengkap dengan ajakan bagi pengunjung untuk merasakan langsung tekstur dan keunikan produknya.

Wulan Sari juga menggugah minat para tamu akan kekayaan wisata Lampung, mulai pesona Pantai Pahawang, Gunung Anak Krakatau, hingga Taman Nasional Way Kambas, habitat alami gajah Sumatera.

Para anggota WIC juga menyicipi kuliner khas, seperti seruit, kopi robusta Lampung, dan aneka camilan, seperti keripik pisang dan lapis legit.

“Kami berharap ibu-ibu sekalian menikmati cita rasa asli dan kehangatan masyarakat Lampung yang kami sajikan dengan bangga,” ucapnya.

Selain itu, harap ia lagi, kunjungan ini menjadi awal hubungan lebih erat antara WIC dan para perempuan Lampung dalam semangat berbagi dan pemberdayaan.

Ketua WIC, Nazneen Khubchandani bersama anggota WIC antusias berbelanja produk lokal, mulai busana tapis dan sulam usus, aksesori, tas etnik, hingga kuliner khas Lampung.

Kunjungan ini dapat menjadi pintu gerbang baru kerajinan dan kuliner Lampung untuk lebih dikenal di tingkat global.

Selain itu, juga menguatkan jaringan solidaritas perempuan antarbangsa dalam semangat budaya, ekonomi, dan kemanusiaan. (kmf)

Related posts

Leave a Comment